11/21/2011

Sinopsis Surat Kecil Untuk Tuhan


Surat Kecil Untuk Tuhan


Novel Surat kecil untuk Tuhan (True story of Gitta Sessa Wanda Cantika)

Adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah meninggal tahun 2008 karena kanker ganas. Buku ini terjual lebih dari 50.000 exp, tahun 2011 telah diadaptasi ke layar lebar. Kisah Keke pernah di ulas dalam acara kick Andy dan ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisahnya.
(Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku di indonesia dengan harga 38.800 (bonus cd), sebagian penjualan buku akan disumbangkan ke yayasan kanker. Filmnya akan ditayangkan pada 7 Juli 2011)

Hai Sobat, namaku Keke. Umurku 13 tahun ketika aku divonis mengalami penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit bagiku untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahku itu bahkan untuk menyebut ulang nama penyakit itu, aku sangat kesulitan. Dokter bilang aku terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.

Aku sedih ketika ayahku menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajahku. Dokter bilang: bila aku tidak melakukan operasi, maka hidupku tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Aku sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain aku mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah kiri dan mataku.

Ayahku tentu tidak akan rela aku kehilangan bagian wajahku karena aku adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Aku tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga aku merasakan sendiri bagian wajahku mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika aku menangis merasakan kesakitan, ayahku tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya aku berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan padaku aku terserang kanker.

Perasaanku saat itu sangat hancur, aku tau hidupku tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiriku. Aku menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa ia tega merenggut masa remajaku dan kesempatanku untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah kulewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti.

Ketika aku mulai pasrah Tuhan menjemputku, Aku hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikan aku waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selama berpisah dengan sahabat, kekasihku dan terutama untuk membuat ayahku bahagia lebih lama.Disaat itu aku tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat, seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.

Aku merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang wajah sebelah kananku.

Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali, aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan kepadaku.

Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus dan memakai seragam SMA.

Sobat, hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin berat.

Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama denganku.

Aku berharap ketika aku tidak ada lagi di dunia ini, kisahku menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.

Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku..

In memorial,

Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91 s/d 25/12/06


Artikel Menarik Lainnya


40 komentar:

Anonim mengatakan...

Terimakasih untuk share ini. So touching. :)
Make me more thankfully for this life.

pulsa mengatakan...

aduh baca y jadi merinding bulu punduk ku ,,

liza she chibie mengatakan...

aku sangat bangga sekali dgn perjuangan hidup keke,, dy sangat tegar dan sabar dlm melawn penyakit yg mungkin org lain bisa mnghadapi nya..

semoga keke bisa hidup tenang di alam sana...
keke is the best..

selamat bahagia di alam sana yah keke..
we luph u <3

aztri fis mengatakan...

aku sangat terhsru m kisah ni,
nonton dari awal mp ahir ynag keluar hanya air mata sampai mta ni bengkak karena nangis,,,,

Kidz mengatakan...

Terharu sekali saya,

Kidz mengatakan...

Terharu sekali saya,

Madhe Roetdjhiat mengatakan...

sya hanya diam stelah membacaa singkat cerita ini,
karena saya termasuk orang yang beruntung yang bisa merasakan masa" remaja dengan teman" saya sendiri.

untuk keke semoga kamu bahagia di dunia mu yang sekarang,

toyyib abang mengatakan...

ketegaran untuk menghadapi caoba'anlah yg telah kau ajarkan pada kami,, semoga engkau bahagia disana keke,,..

aryntea vista mengatakan...

baca novelnya berlinang-linang sampai mata bengkak, yg patut diteladani dari Keke adlh sikap moralnya pada cobaan yg diterimanya dari Tuhan, bahwa apapun yg dia jalani tidak dia takuti krn yakin itu yg terbaik dari Tuhan. Untuk remaja seusianya sangat luar biasa!!!

Anonim mengatakan...

Merinding baca sinopsisnya

vivi mengatakan...

butuh 100 tisue tuk hapus air mataku karna baca SKUT bener bener mengungkapkan kehidupan yg bermakna banget,, n buat q ngerti sekarang
apa kehidupan itu

debi anggara mengatakan...

ya allah berikan lah keke tempt yg dekt di sisi mu, aminn ya allah yarobbi

Dara Manisku.. mengatakan...

Heeeem ngeri, pilu..mengiris hati...

Semoga kau tenang dalam damai dialam sana..
Aminnnnn :)

Gadih Kincay mengatakan...

:'(

Fauzan syifaul qolby mengatakan...

Keke,,, kau telah mengjarkn pd kmi bgaimna cra brsyukr, bgaimn mngrti akn artix hdup sbnarx, btpa bruntgx kmi, kau tlah bnyk meggurui kmi dg ksbran n ktguhn moral u ke,, moga ap yg kau ajrkn pd kmi jd phla yg tiada ptus hgga kelak.

Anonim mengatakan...

Ya Allah.. Dari film dan novel "Surat Kecil Untuk Tuhan" inilah kita bisa mengambil hikmahnya dari ketegaran Keke, semoga Keke tenang di alam sana.

Deni Aprilyadi mengatakan...

Sedih banget ceritanya
semoga semua orang yang terkena penyakit kanker ini cepat sembuh ya :)

Jendral Gorel mengatakan...

@Deni Aprilyadi : itu orangnya udah meninggal kali bang .. -__-

keke-inneke mengatakan...

saya terharu bgggttt...
ktka saya membaca cerita itu,,mngkin itu jln yg trbaik bginya..
dan saya bisa mngmbil ksmplan dri crita "surat kecil untuk tuhan"

bahwa di dunia ini hidup hnyalah smntara...

khityah mengatakan...

semoga kejadian ini tidak terulang lagi,,,, kepada siapapun,,,, amin,,,,

Anonim mengatakan...

beruntung yaa jadi keke , punya temen yg baik , cowok yg setia , dan orang tua yg sayang padanya .pokoknya mulai sekarang aq akan menjadi keke , dan belajar menghargai waktu ...

yulia yunara mengatakan...

cerita nya sangat mengharukan....

Anonim mengatakan...

janga menyerah

epoenk rasta mengatakan...

bangga dan sangat mengharukan menyedihkan

Palambas mengatakan...

Ternyata Recana Tuhan tidak bisa diketahui manusia. Di saat Keke menangis dan menangis, ia sembuh dari kanker. Tapi, saat ia tegar, justru ia meninggal. Kita tak tahu keinginan Tuhan, tapi yang pasti, kehendak Tuhan indah pada waktunya.

khalwah nabilah mengatakan...

mksih keke, atas inspirasimu untuk kita semua. semoga km tenang di alam sana, amin...

armstrong indonesia mengatakan...

sedih deh :'(

security services mengatakan...

aku terharu.

industrialmaintenance mengatakan...

oh so sweet.

jantung koroner mengatakan...

film yang memotivasi semua orang.

motivator indonesia mengatakan...

jika kita mempunyai penyakit seperti itu sekarang apa yang akan kita lakukan ???

rumah dijual mengatakan...

I like it.

Diana restiani mengatakan...

TERIMA KASIH ATAS TULISANNYA
TULISAN INI TELAH MEMBANTU SAYA ATAS TUGAS SEKOLAH SAYA..
DAN FILM INI TELAM MEMBUAT BANYAK ORANG TERMOTIVASI..
SEKALI LAAGI TERIMA KASIH

ernita yuni lestari mengatakan...

terimakasih postingan nya ...

Kanker Rabdomiosarkoma mengatakan...

film ini sangat inspiratif dan tentunya bermnafaat buat kita semua, sosok keke iin yg buat saya bsa memaknai hidup jauh lbh baik lgi :)

zulkarnain abdul mengatakan...

Terima Kasih Banyak
KEKE
krna Kw tlah Mmbrikan pelajaran kpda Kami Yang Begitu Berharga,,,
Shingga kmi Msi dpat
Mmprbaiki Smw kslahan pd dri kmi, :)

kisan nasution mengatakan...

Terima kasih Tuhan, kau berikan kehidupan yang layak bagi kami.
Kami memohon kepadaMU agar saudara kami Keke di tmpatkn di tempat yang sebaik" nya dan kabulkan lah do'a nya agar apa yang ia rasakan tidak dirasakan oleh saudara-saudara kami yang lain. Amin
selamat jalan keke

Anonim mengatakan...

Kau mengajarkan arti bersyukur. .

JuanBoegisMacazzart mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
JuanBoegisMacazzart mengatakan...

Barusan nonton film nya di tv, rasanya jadi malu karena selama ini tidak menyadari bahwa nafas yang ku hirup itu sangat berharga dari Tuhan, alhamdulillah ku syukuri semuanya Tuhan...
Terima kasihku ya Rabbi atas indahnya Hidup

Poskan Komentar

Komentar sesukanya gan...
yang penting sopan dan membangun.........
Nyepam langsung di hapus

 
Berbagi berita
terimakasih telah berkunjung